Label

Rabu, 05 Februari 2014

Bisnis Warung Kopi Sukses

Bisnis warung kopi yang banyak dilirik oleh pengusaha nampaknya bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat jika Anda mempunyai ketertarikan yang besar terhadap kopi dan ingin berkecimpung di dunia wirausaha. Apalagi sekarang warung kopi tidak hanya menjadi tempat untuk nongkrong tapi bahkan sudah menjadi tempat bisnis atau menjalin relasi. Usaha ini bisa terus bertahan asalkan mempunyai konsep yang unik serta dikelola dengan manajemen yang baik.


Ada banyak pilihan jika ingin mendirikan suatu usaha yang berbasis kopi. Tergantung pada sumber daya yang sudah diliki dan perencanaan bisnis yang matang. Pengalokasian anggaran yang salah hanya akan membuat modal awal tidak efektif dan mempunyai usaha kedai kopi hanya bisa sebatas angan yang tidak pernah sampai.


Sumber daya yang harus Anda miliki jika ingin mendirikan usaha kedai kopi adalah tempat usaha, sumber daya manusia (pengelola dan karyawan), ketrampilan yang dibutuhkan, dan modal awal Anda. Alokasikan semua dengan tepat, mana untuk biaya tempat usaha, gaji pegawai, peralatan, persediaan bahan baku, dan sebagainya.

Ketika modal sudah ada, prioritaskan langsung setiap kebutuhan kedai yang Anda bangun. Jangan sampai keperluan yang lain belum terpenuhi tapi modal Anda sudah habis untuk renofasi dan finishingtempat usaha.
Lakukanlah promosi. Pemilihan promosi yang tepat dan anggaran yang memadai bisa Anda gunakan ntuk mempromosikan usaha kedai kopi Anda.

Stok bahan baku juga perlu menjadi pertimbangan prioritas Anda sebelum memulai usaha kedai kopi. Pemilihan produsen kopi yang terjamin ketersediaannya dan selalu menjaga kualitas bisa Anda jadikan rekanan karena hal ini memegang peranan penting dalam usaha Anda.

Tentukanlah calon konsumen Anda. Ada banyak segmentasi konsumen kedai kopi, bisa dilihat dari aspek demografis, psikografis (perilaku), usia, dan lain-lain. Jika dilihat dari segi ekonomi, ada tiga kelompok yaitu lapisan bawah, menengah dan atas. Dilihat dari segi usia akan bisa dijadikan tiga lapisan, yaitu anak muda, profesional, dan bisa juga kalangan tua. Sedangkan dari segi perilaku, sekarang ada banyak macam orang, misalnya orang yang suka bermain sepak bola, seni, musik, dan lain-lain. Jika Anda menyasar kalangan muda dan kelas atas, itu adalah sinyal bahwa Anda mampu membuat target konsumen dengan tepat.

Setelah menetapkan target konsumen kedai kopi yang Anda inginkan, yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengalokaikan sumberdaya-sumberdaya yang Anda miliki.

Pelayanan dan cita rasa sebuah kopi adalah ujung tombak dari usaha ini, apabila kedua hal tersebut tidak diperhatikan maka akan sulit membuat pelanggan melakukan pembelian kembali ke tempat bisnis kita.

Jika Anda ingin membuka kedai kopi namun terhambat persoalan modal, maka Anda bisa menggunakan sistem bagi hasil dengan pihak investor. Misalnya dana yang harus disiapkan oleh calon investor minimal Rp 10 juta. Namun ini tergantung dari lokasi dan tempat yang akan Anda gunakan. Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan dan peralatan untuk kedai kopi, tempat, persiapan modal kerja, dan biaya pemeliharaan teknologi, dan manajemen.

Sewa Tempat 1th                    Rp.10 .000.000,- 
             Peralatan                     Rp.   7.000.000,- 
            Alat Pembuat Kopi      Rp.   1.500.000,- 
             Lain-lain                       Rp.   1.500.000,- +
            Jumlah                          Rp   20.000.000,-
      
         2. Perhitungan Laba Tiap Bulan
             pemasukan per hari
             = Rp.2.000,- per gelas x 50
             = 100.000 x 30
             = Rp. 3.000.000,- per bulan

        3. Pengeluaran Tiap Bulan 
            Kopi dan bahan lain                            Rp. 1.500.000,- 
            Gaji Karyawan @ Rp.600.000,- x 2   Rp.    800.000,- 
            Biaya Listrik dan lain -lainnya             Rp.    300.000,-+
            Jumlah                                                   Rp. 2.600.000,-

        4. Laba Bersih Tiap Bulan
            Laba bersih = Pemasukan - Pengeluaran
            = Rp. 3.000.000 - Rp. 2.600.000
            = Rp. 4.00.000,- 

Tidak ada komentar: